Sejarah Oren UBL
Komunitas
ini berawal dari sekumpulan mahasiswa jurusan Komunikasi 2003 dan 2004
(dulu Fisip sekarang menjadi Fikom tapi Fisip juga masih ada) ocon,
bombom dkk yang kebetulan satu urusan dan satu komplek juga yang
mencintai Persija. Mengawali terbentuknya komunitas ini, di tahun 2005
kehadiran mahasiswa baru menambah daya tarik tersendiri apalagi ada
seorang Wanita (Jakangel) yang menjadi daya tarik kaum adam dialah Ika
(Fikom 2005) yang biasa satu kampus menyebutnya “Ika TheJak” mengawali
kehadiran jakangel dikampus ini. Keaktifan nonton Persija memang timbul dari keluarga besarnya yang juga mencintai Persija. Ditahun ini magnet Pecinta Persija memang terbilang naik karena
kehadirannya. Lanjut ke 2006 Ipunk (Fikom 2006) juga menjadi daya
dongkrak pecinta persija di kampus ini bahkan hingga kini sosoknya masih
dirasa cukup berjasa dalam komunitas ini, tak jarang dirinya pula
menjadi satu-satunya senior kami yang sangat aktif dan peduli terhadap
perkembangan komunitas Pecinta Persija di Universitas Budi Luhur, gaya
bicaranya yang lantang terkadang membuat fans layar kaca menjadi ciut
nyalinya. Ditahun 2007 satu persatu anak FTI mulai menampakan wujudnya
memakai kaos kebesaran Persija Jakarta, Danang dkk menjadi penggebrak
dimana pada tahun 2007 hampir 10 orang lebih pecinta persija didominasi
oleh anak FTI, ditahun ini juga pertama kalinya mulai dari angkatan
2003-2007 berkumpul disebuah luar ruangan yang disebut Gedung Biru (GB)
sekarang menjadi Auditorium kampus, dahulu selalu ada saja mahasiswa
yang wara-wiri memakai atribut
disni maklum saja areanya tak jauh dari masjid Kampus apalagi area GB
tepat dideretan Lapangan Futsal dan Voli serta menjadi salah satu akses
jalan dari gedung satu ke gedung yang lain, tak jarang setiap saat kami
sering memasang spanduk kebesaran di area ini, hal ini guna mencari
Mahasiswa Pecinta Persija di Universitas Budi Luhur.Pada 2008-2009
munculah nama Wahyu, kiting (FTI) dan duo Jakmania dari Korwil Karawang
Dimas dan Yadi (Fikom) Dimas merupakan adik dari mantan Dirijen Jakmania
(Yoga) sedangkan Yadi merupakan adik dari Ketua Jakmania Korwil
Karawang yaitu Dadang, kala itu Dimas dan Yadi memang sering
mondar mandir pake kaos bertuliskan Jakmania Pasundan bois Karawang,
kehadiran mereka berdua menjadi semangat dari rekan-rekan Pecinta
Persija dikampus ini karena setiap Kopdar Dimas dan Yadi sering
bercerita kala Persija maen di GBK, mereka bercerita tentang suka
dukanya perjalanan Jakmania Outsider Jawa Barat khususnya
untuk mendukung Persija di GBK, bagi mereka "datang ke GBK sama aja kita
tour tandang sebab pulang pergi harus melewati hadangan si “biru”
dulu".
Ditahun
2010-2013 memang banyak muka baru Pecinta Persija, tak jarang sosok
Jakangel lagi-lagi menjadi daya gedor. Sebut saja Uthy, Dillah dan Dede
yang kini aktif sebagai Jakangel kampus kami, jika dihitung dari tahun
2003 hingga 2013 kini Jumlah Pecinta Persija menembus angka 100 orang
tapi itukan sama alumni, yang masih aktif mungkin sekitar 50 orang,
itupun hampir separuhnya jarang nongkrong. Tetapi mereka sering
menggunakan atribut jika sedang kuliah, dari Tahun 2003 hingga 2013
Sejumlah Kota dan Provinsi telah Jakampus UBL sambangi guna mendukung
Persija Jakarta, seperti Bandung, Jepara, Solo, Semarang, Malang,
Surabaya, Lamongan, Pasuruan, Palembang, Kalimantan, bahkan mas Harry
a.k.a Gondol pernah terbang jauh-jauh ke jayapura guna
mendukung Persija dan ini menjadi satu-satunya tour keberangkatan kami
terjauh hingga kini, salut buat mas Gondol. Tidak hanya mendukung
Persija, Jakampus UBL juga aktif kala mendukung Timnas Garuda bahkan
kala tandang melawan Malaysia. Perwakilan kami Levi terbang langsung ke
negeri jihran, Malaysia, untuk mendukung timnas garuda. Ini juga
merupakan rekor tour terjauh hingga kini kala mendukung Timnas Garuda.
Salut buat semua yang sudah rela jauh-jauh mendukung Persija dan Timnas
Garuda, terimakasih para pendahulu, perjuangan kalian akan kami
lestarikan dan teruskan hingga kelak ada bibit-bibit muda pecinta
persija di kampus ini.
Sumber : http://orenubl.blogspot.co.id/p/blog-page_2.html
Pasundanbois channel