Sabtu, 14 Januari 2017

Dua Jakmania Karawang Berperan penting dalam terbentuknya OREN UBL

Sejarah Oren UBL

 Komunitas ini berawal dari sekumpulan mahasiswa jurusan Komunikasi 2003 dan 2004 (dulu Fisip sekarang menjadi Fikom tapi Fisip juga masih ada) ocon, bombom dkk  yang kebetulan satu urusan dan satu komplek juga yang mencintai Persija. Mengawali terbentuknya komunitas ini, di tahun 2005 kehadiran mahasiswa baru menambah daya tarik tersendiri apalagi ada seorang Wanita (Jakangel) yang menjadi daya tarik kaum adam dialah Ika (Fikom 2005) yang biasa satu kampus menyebutnya “Ika TheJak” mengawali kehadiran jakangel dikampus ini. Keaktifan nonton Persija memang timbul dari keluarga besarnya yang juga mencintai Persija. Ditahun ini magnet Pecinta Persija memang terbilang naik karena kehadirannya. Lanjut ke 2006 Ipunk (Fikom 2006) juga menjadi daya dongkrak pecinta persija di kampus ini bahkan hingga kini sosoknya masih dirasa cukup berjasa dalam komunitas ini, tak jarang dirinya pula menjadi satu-satunya senior kami yang sangat aktif dan peduli terhadap perkembangan komunitas Pecinta Persija di Universitas Budi Luhur, gaya bicaranya yang lantang terkadang membuat fans layar kaca menjadi ciut nyalinya. Ditahun 2007 satu persatu anak FTI mulai menampakan wujudnya memakai kaos kebesaran Persija Jakarta, Danang dkk menjadi penggebrak dimana pada tahun 2007 hampir 10 orang lebih  pecinta persija didominasi oleh anak FTI, ditahun ini juga pertama kalinya mulai dari angkatan 2003-2007 berkumpul disebuah luar ruangan yang disebut Gedung Biru (GB) sekarang menjadi Auditorium kampus, dahulu selalu ada saja mahasiswa yang wara-wiri memakai atribut disni maklum saja areanya tak jauh dari masjid Kampus apalagi area GB tepat dideretan Lapangan Futsal dan Voli serta menjadi salah satu akses jalan dari gedung satu ke gedung yang lain, tak jarang setiap saat kami sering memasang spanduk kebesaran di area ini, hal ini guna mencari Mahasiswa Pecinta Persija di Universitas Budi Luhur.Pada 2008-2009 munculah nama Wahyu, kiting (FTI) dan duo Jakmania dari Korwil Karawang Dimas dan Yadi (Fikom) Dimas merupakan adik dari mantan Dirijen Jakmania (Yoga) sedangkan Yadi merupakan adik dari Ketua Jakmania Korwil Karawang yaitu Dadang,  kala itu Dimas dan Yadi memang sering mondar mandir pake kaos bertuliskan Jakmania Pasundan bois Karawang, kehadiran mereka berdua menjadi semangat dari rekan-rekan Pecinta Persija dikampus ini karena setiap Kopdar Dimas dan Yadi sering bercerita kala Persija maen di GBK, mereka bercerita tentang suka dukanya perjalanan Jakmania Outsider Jawa Barat khususnya untuk mendukung Persija di GBK, bagi mereka "datang ke GBK sama aja kita tour tandang sebab pulang pergi harus melewati hadangan si “biru” dulu".

Ditahun 2010-2013 memang banyak muka baru Pecinta Persija, tak jarang sosok Jakangel lagi-lagi menjadi daya gedor. Sebut saja Uthy, Dillah dan Dede yang kini aktif sebagai Jakangel kampus kami, jika dihitung dari tahun 2003 hingga 2013 kini Jumlah Pecinta Persija menembus angka 100 orang tapi itukan sama alumni, yang masih aktif mungkin sekitar 50 orang, itupun hampir separuhnya jarang nongkrong. Tetapi mereka sering menggunakan atribut jika sedang kuliah, dari Tahun 2003 hingga 2013 Sejumlah Kota dan Provinsi telah Jakampus UBL sambangi guna mendukung Persija Jakarta, seperti Bandung, Jepara, Solo, Semarang, Malang, Surabaya, Lamongan, Pasuruan, Palembang, Kalimantan, bahkan mas Harry a.k.a Gondol pernah terbang jauh-jauh ke jayapura guna mendukung Persija dan ini menjadi satu-satunya tour keberangkatan kami terjauh hingga kini, salut buat mas Gondol. Tidak hanya mendukung Persija, Jakampus UBL juga aktif kala mendukung Timnas Garuda bahkan kala tandang melawan Malaysia. Perwakilan kami Levi terbang langsung ke negeri jihran, Malaysia, untuk mendukung timnas garuda. Ini juga merupakan rekor tour terjauh hingga kini kala mendukung  Timnas Garuda. Salut buat semua yang sudah rela jauh-jauh mendukung Persija dan Timnas Garuda, terimakasih para pendahulu, perjuangan kalian akan kami lestarikan dan teruskan hingga kelak ada bibit-bibit muda pecinta persija di kampus ini.
 
Sumber :  http://orenubl.blogspot.co.id/p/blog-page_2.html
Pasundanbois channel
              

WAWANCARA MAS DADANG, SEJARAH SINGKAT PERJALANAN JAK MANIA KARAWANG

Wawancara singkat dari mas dadang tentang perjalanan jak mania karawang hingga asal usul nama pasundanbois karawang untuk wilayah karawang hingga menjadi ikonnya suporter PERSIJA JAKARTA di tanah sunda, bahwa di tanah sunda ada kami suporter PERSIJA yaitu THE JAK MANIA yang di sebut JAKMANIA OUTSIDER


PERSIJA NEPI KAPAEH !

sumber :https://www.youtube.com/watch?v=6F15aQOIcMw&t=21s
Pasundanbois channel
    
 

DARI TANAH SUNDA UNTUK PERSIJA

JAKMANIA KARAWANG 
Perkembangan pecinta Persija Jakarta yang tergabung dalam sebuah organisasi suporter The Jakmania sangat pesat. Wilayahnya tidak hanya dari Jakarta dan sekitarnya saja kota dimana Persija berada. Sudah meluas dari ujung barat hingga timur Indonesia, bahkan ada juga yang di luar negeri. Kali ini cerita datang dari The Jakmania korwil Karawang, Jawa Barat atau yang biasa dikenal serta disapa Pasundan Bois.
Berdiri sejak 1 Juni 2005, Dadang Sugih mengatakan awalnya ingin menyatukan serta mengumpulkan The Jakmania yang berada di Karawang dan sekitarnya. Dimulai dari perjalanan 3 orang termasuk dirinya, bertambah 7 orang di pertemuan selanjutnya, hingga setahun kemudian 74 orang berhasil didata dan membuat KTA.
Setelah melihat perkembangan yang ada, Bung Ferry (Ketum The Jakmania pada saat itu) langsung merekomendasikan Pasundan Bois menjadi bagian korwil The Jakmania, dan diresmikan 1 Juli 2006 yang ditetapkan sebagai hari jadi, tambah Dadang.
Lebih lanjut Dadang bertutur, Sampai saat ini setelah kurang lebih menuju usia ke-9, anggota Pasundan Bois yang memiliki KTA The Jakmania sudah mencapai 800an orang yang meliputi sub korwil Karawang Pusat, Barat, Utara, Selatan, dan khusus Timur karena saat ini Jak Cikampek sudah menjadi korwil perbatasannya didaerah Purwasari Tamelang.
Kegiatan rutin yang biasa Pasundan Bois lakukan diantaranya kumpul rutin setiap dua minggu sekali tiap hari Rabu dan Sabtu malam. Untuk kegiatan futsal langsung dikoordinir oleh masing-masing sub korwil. Serta ada pengajian rutin setiap sebulan dua kali, ungkap Dadang
Rekor kehadiran pernah diukir pada saat laga home Persija vs Arema beberapa tahun silam dengan 1200 Pasundan Bois yang datang, untuk tur tandang pada saat partai usiran Persija vs Persib di Gajayana, Malang pada saat itu 67 orang berangkat. Yang terbaru pada saat Timnas Indonesia u-19 bermain di Singaperbangsa, sebanyak 400an hadir. Pada saat keberangkatan baik itu ke Jakarta atau ke kota lain, koordinasi juga kami lakukan dengan kepolisian setempat, intinya kami ingin niat kami untuk mendukung Persija bisa berlangsung dengan baik, tutup Dadang.

sumber : jakonline.asia